Filsafood. Tulisan bergizi untuk akal dan jiwa yang sehat
mengapa kemasan snack dibuat kembung

Mengapa kemasan snack dibuat kembung?


Mengapa kemasan snack dibuat kembung?. Saya punya jawaban canggih mengenai hal ini, jawaban yang berdasarkan persamaan model matematika. Tapi sebelumnya saya jawab dulu alasan sederhananya.

Produk-produk yang kemasannya kembung biasanya adalah produk-produk makanan yang mudah menyerap air. Contohnya produk ekstruder (snack chiki-chiki dan sejenisnya), kerupuk, atau biskuit dan wafer).

Gas yang diisi kedalam kemasan bukanlah udara atau angin seperti yang dipompakan kedalam ban mobil atau yang ditiupkan ke dalam balon supaya mengembang. Gas yang diisi adalah gas Nitrogen.

Mengapa bukan gas oksigen?. Harga gas oksigen lebih mahal dibandingkan harga gas nitrogen per meter kubiknya (oksigen sekitar Rp. 1,2 juta/m2 harga gas nitrogen sekitar Rp. 700ribu/m2

Tapi bukan itu alasannya kenapa bukan oksigen yang digunakan.

Alasannya jika menggunakan oksigen maka produk makanan yang mengandung minyak atau lemak bisa teroksidasi oleh hadirnya oksigen. Selain itu bisa saja terjadi respirasi jika produk yang dikemas masih ada sel aktifnya.

Baca juga: seberapa terkenalnya tempe di luar negeri

Mengapa bukan udara biasa? komposisi udara terdiri dari 78,09% nitrogen, 20,95% oksigen, 0,04% karbondioksida, sisanya gas lain. Selain itu, udara biasa juga mengandung uap air. Nah, kehadiran oksigen dan uap air ini tidak dikehendaki dalam kemasan pangan karena bisa menjadi pendukung timbulnya mikroba. Selain itu, juga terjadi reaksi oksidasi dan pelunakan tekstur pada produk makanan karena uap air.

Jadi alasannya diisi gas nitrogen supaya produk yang ada didalam kemasan tidak bereaksi dengan gas lain, karena gas nitrogen lebih bersifat netral. Ini juga merupakan salah satu metode modified atmosphere packaging.

Kalau gitu kenapa tidak dibuat vacum saja?. Kalau produknya snack, selama proses vakum dapat menghancurkan produknya. Snack yang dikemas vakum juga lebih mudah hancur selama proses pengemasan sekunder, selama distribusi, dan selama penyimpanan.

Jadi dengan hadirnya “angin” di dalam kemasan juga akan menjadi bantalan bagi isi snack supaya tidak mudah hancur.

Hmmm… kalau jawaban canggihnya gimana?

Jadi gini… dalam penentuan umur simpan produk (expired date), salah satu metode yang digunakan adalah menggunakan metode kadar air kritis dengan persamaan dasar model matematika Labuza:

mengapa kemasan snack dibuat kembung

Dari rumus diatas, ada parameter selisih antara tekanan di luar dan di dalam kemasan, makin besar tekanan diluar kemasan maka makin cepat atau makin banyak udara yang akan masuk kedalam kemasan. Sudah tentu keadaan ini tidak diinginkan.

yaitu selisih antara tekanan di luar dan di dalam kemasan, makin besar tekanan diluar kemasan maka makin cepat atau makin banyak udara yang akan masuk kedalam kemasan. Sudah tentu keadaan ini tidak diinginkan.

Jika tekanan udara di dalam kemasan lebih besar itu artinya akan akan sulit udara atau uap air masuk ke dalam kemasan. jika udara atau uap air masuk kedalam kemasan maka umur simpan produknya pasti akan lebih singkat.

Kalau misalnya produknya tetap kembung, tapi pada saat kemasannya dibuka isi snacknya telah lembek melempem itu artinya apa? 

kemungkinan isi gasnya bukan gas nitrogen, mungkin angin biasa saja, atau lebih parahnya mungkin ditiup dari mulut… 🙂

Jadi itu jawaban saya dari pertanyaan mengapa kemasan snack dibuat kembung?

Februadi Bastian
Kontributor

Seorang dosen Ilmu pangan di Universitas Hasanuddin. Hobi motret, masak, dan design grafis.
Tulisannya juga dapat dibaca di februadibastian.blogspot.com


1 Response

  1. Alfan Fajri

    informasi nya sangat membantu sekali bapak dosen 🙂

    btw, saya lagi galau banget nih.
    produksi snack saya kan berupa kerupuk keripik yang mudah tengik ya..
    lalu saya mau kemas dengan injeksi nitrogen. nah, gas nitrogen ini kan ada 3 tingkat, WG, HP dan UHP.
    saya baca literatur, kalau untuk kemasan makanan, gas Nitrogen yang dipakai adalah HP.
    nah, sayangnya, gas Nitrogen HP di daerah saya ini tidak ada, kalau WG ada, kakak saya malah punya kompressor nya.
    gas WG ini biasa dipakai untuk isi ban.
    Apakah bisa saya pakai gas Nitrogen WG ini untuk isian kemasan snack saya?
    terimakasih pak dosen… ;))

Leave a Reply

You are donating to : Filsafood donation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
Loading...