Filsafood. Tulisan bergizi untuk akal dan jiwa yang sehat
Label informasi gizi

Label informasi gizi, bagaimana cara membacanya?


Label informasi gizi, bagaimana cara membacanya?. Membaca label informasi gizi pada produk kemasan tidaklah sulit, karena sedari SD kita semua telah belajar membaca, hehehe. Namun untuk memahami maksudnya mungkin perlu sedikit upaya.

Trend berbelanja di minimarket atau supermarket memberikan kita keleluasan untuk mempelajari apa yang akan kita beli. Tidak semua produk pangan membutuhkan label informasi gizi. JIka kita berbelanja di supermarket, produk-produk yang biasa di letakkan dibagian sisi dalam dan samping supermaket seperti ikan segar, daging segar, sayur dan buah yang belum diolah atau diolah minimal tidak membutuhkan label informasi gizi. Dan tentunya jika menginginkan makanan yang sehat. Mengkonsumsi lebih banyak produk makanan ini adalah pilihan yang bijak dibandingkan dengan mengkonsumsi produk olahan.

Harus digaris bawahi, dibandingkan dengan produk olahan, mengkonsumsi produk segar tiap hari jelas lebih sehat. Namun untuk mendapatkan produk olahan yang lebih baik, kita dapat membandingkan dua produk yang sama dengan memperhatikan label informasi gizinya.

Tapi Kadang mata emak-emak seperti mata mamanya Sinchan pasti lebih memperhatikan perbandingan harga kedua produk yang sama dibandingkan nilai gizinya. Namun alangkah beruntungnya bapak-bapak yang memiliki istri yang dapat membeli makanan yag lebih sehat dan harga lebih murah.

Pada label informasi gizi, perhatikan jumlah sajiannya

Nah apa yang pertama harus diperhatikan?. Jika kita lihat contoh kue bolu pisang diatas. Kita dapat informasi mengenai jumlah kalori 140 kkal, mmmhh not bad lah untuk sebuah cemilan. Tapi eitss.. tunggu dulu, nilai kalori itu adalah nilai persaji (serving size), dan di tulis disitu dalam satu kemasan ini bisa untuk 5 sajian (servings per container). Tapi kuenya khan tidak terpotong gitu, yah tinggal potong aja jadi lima jadi tiap potongnya itu akan bernilai 140 kkal. Kalau mau di embat semua artinya tubuh akan mendapat suplai 140×5 = 700 kkal. Kalau kuenya mau di bagi empat artinya nilai kalori tiap potongnya yaitu 175 kkal (700 kkal/4).

Jadi biasanya informasi gizi yang ada di kemasan itu dinilai persajian. Makanya keterangan yang paling atas itu adalah jumlah takaran sajian, kemudian jumlah sajian perkemasan. Semua nilai nutrisi berikutnya dihitung berdasarkan persajian ini.

Kandungan serat dan gulanya gimana?

Setelah memperhatikan nilai kalori dengan cara seksama dan sesingkat-singkatnya, hal selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu nilai serat makanan (dietary fiber). Jika membandingkan dua produk yang nilai kalorinya hampir sama, coba cek nilai seratnya. Serat yang tinggi sudah pasti lebih baik. Serat sangat baik untuk kesehatan usus besar, menjaga kestabilan gula darah, dan dapat menunda lapar.

Kemudian apa lagi?. Lihat nilai gulanya. Jika anda peduli dengan diabetes atau takut pada obesitas karena gula, nilai ini sangat penting. Contoh, jika nilai gula yang tertulis adalah 24 g, berarti produk ini setara dengan 6 sendok teh gula. Pertanyaannya berapa maksimal gula (free sugar) dikonsumsi setiap hari?. WHO menyarankan 5% dari total asupan kalori.

Jika rata-rata kebutuhan kalori kita 2000 kalori (kkal), maka sebaiknya gula yang kita asup tiap hari adalah 2000 x 5% = 100 kalori. Jika tiap gram gula mengandung 4 kalori, maka nilai 100 kalori setara dengan 25 gram gula, atau kira-kira 6 sendok teh gula.

 

Lihat kandungan Lemaknya

Kemudian yang perlu diperhatikan adalah nilai kandungan lemak. Lemak, beberapa dekade dibelakang disebut sebagai biang kerok kegemukan, padahal paradigma penyebab kegemukan saat ini telah bergeser. Oleh peneliti dan ahli nutrisi telah menuduh gula yang selalu bersikap manis sebagai pelaku utamanya. Maka waspadalah, jangan hanya takut pada lemak dan micin… hehehehe. Lemak sendiri ada yang dikategorikan sebagai lemak baik dan ada lemak jahat.

Dalam informasi nutrisi di bagian lemak biasa tertulis lemak total, lemak jenuh (saturated fat), lemak trans (trans fat), kolesterol, atau lemak tidak jenuh (unsaturated fat, polysaturated fat, monounsaturated fat). Yang harus diperhatikan adalah cari yang rendah lemak jenuhnya (saturated fat) dan bandingkan dengan total lemak atau lemak tidak jenuhnya (unsaturated fat).

Lemak trans juga harus diperhatikan, semakin tinggi semakin tidak baik. Lemak trans menjadi salah satu penyebab penyakit kardiovaskular ataui penyumbatan aliran darah. Lemak trans adalah lemak yang memiliki ikatan ganda juga seperti lemak baik unsaturated fat atau lemak tidak jenuh, namun karena selama proses pengolahan dengan adanya panas atau reaksi isomerasi akhirnya mengubah struktur cis menjadi trans. Perubahan ini mempengaruhi bentuk fisik dari lemaknya juga yang awalnya tidak beku pada suhu ruang bisa menjadi beku pada suhu ruang. Sejak tahun 2015 DPR nya USA melalui FDA juga sudah mengeluarkan regulasi pelarangan penggunaan lemak trans pada produk olahan pangan di negara mereka.

Bagaimana dengan garam, vitamin dan mineral?

Kemudian memilih produk yang rendah garam (sodium) juga adalah pilihan yang bijak, khususnya bagi penderita tekanan darah tinggi. Angka kecukupan gizi (AKG) asupan garam sodium atau natrium untuk anak-anak yaitu 1 g/hari, sedangkan untuk orang dewasa 1,5 g/hari. Mengenai informasi vitamin dan mineral saya rasa tidak teralu penting diperhatikan. Karena menurut Maya Adam, dosen Nutrisi dari Stanford University, kebanyakan industri olahan pangan menambahkan vitamin dan mineral hanya untuk meningkatkan nilai komersialisasi produknya untuk klaim dan men-drive konsumen bahwa produk mereka kaya bernutrisi.

Nah setelah mengamati semuanya, hal terakhir yang paling penting anda amati adalah: perhatikan lagi apakah produk yang anda beli itu memang untuk makanan manusia atau jangan sampai itu adalah produk untuk makanan kucing. Hehehehe

Selamat berbelanja….

Salam,
Februadi

Februadi Bastian
Kontributor

Seorang dosen Ilmu pangan di Universitas Hasanuddin. Saat ini sedang pusing dengan penelitian S3-nya mengenai Natural Compound di Okayama Pref. University Japan.
Tulisannya juga dapat dibaca di februadibastian.blogspot.com




2 Responses

Leave a Reply

You are donating to : Filsafood donation

How much would you like to donate?
$10 $20 $30
Would you like to make regular donations? I would like to make donation(s)
How many times would you like this to recur? (including this payment) *
Name *
Last Name *
Email *
Phone
Address
Additional Note
Loading...